IBRAHIM
BIN AAZAR ‘alaihissalaam
Nabi ibrahim ‘alaihissalam putra
aazar adalah seorang rosul sekaligus kekasih Allah subhaanahu wa ta’aala. Nabi
ibrohim berdakwah di daerah yang sekarang di sebut babilon (di sebutkan di
sebagian riwayat). Penguasa ketika bernama namruud.
Nabi ibrahim berdakwah kepada
kaumnya tapi nabi Ibrahim tidak mendapat jawaban yang baik. Bahkan dari sang
ayah tercinta pun. Ayahnya menolak dakwah nabi ibrahim dan berkata “ apakah
engkau tidak suka kepada tuhan tuhan ku wahai ibrahim? Jika kau tidak kunjung
berhenti, akan ku lempar kau..”
Tidak hanya di situ, nabi Ibrahim
tak henti hentinya mendakwahkan kaumnya. Berbagai cara pun beliau lakukan agar
kaumnya dapat menerima hidayah Allah. Suati hari nabi Ibrahim mendatangi tempat
ibadah kaumnya. Di situlah semua berhala di letakkan. Ketika kaumnya sedang
lengah di malam hari, nabi Ibrahim menghancurkan seluruh berhala, dan
menyisakan satu berhala besar. Kemudian nabi Ibrahim meletakkan kapak yang di
gunakan untuk menghancurkan berhala itu di leher berhala besar. Keesokan
harinya, betapa kagetnya kaumnya... ketika hendak beribadah, mereka dapati
tuhan tuhan mereka berserakan di tanah tak berdaya. Mereka pun mencari tahu
siapa yang tega menghancurkan tuhan tuhan mereka. Kemudian seorang di antara
mereka berkata “ ingatkah kalian kepada seorang bernama ibrahim yang selalu
mengajak kita untuk meninggalkann tuhan tuhan kita?” mereka pun menjawab “ ya,
panggil ibrahim kemari !!”. ketika ibrahim di datangkan, mereka bertanya : “apa
engkau yang menghancyrkan tuhan tuhan kami?” Ibrahim menjawab “tidak kah kalian
melihat patung besar itu? Mengapa hanya ia yang tak hancur ?? lantas mengapa
ada kapak di leher nya? Mungkin ia yang menghancurkan tuhan tuhan kalian..... “
mereka menjawab dengan amarah “bodoh kau ibrahim !!!! bagaimana kami bertanya
kepada mereka sedangkan mereka tidak mendengar.. “ nabi Ibrahim pun menjawab
“siapa yang lebih bodoh? Saya atau kalian yang meminta kepada patung patung
yang bahkan di hancurkan mereka tidak bisa melindungi diri sendiri, lantas
bagaimana mereka akan melindungi kalian?” mendengar jawaban itu, bertambah lah
amarah mereka... sehingga hal itu menyebabkan nabi ibrahim di lempar ke dalam
api yang menyala nyala... Allah pun tidak menyia nyiakan hambaNya yang taat.
Allah berkata kepada api “jadilah kau dingin kesalamatan atas Ibrahim wahai api
“.
Ketika nabi Ibrahim tidak
mendapatkan jawaban dari kaumnya selain saudara nabi Ibrahim ( nabi Luth ) dan
istri beliau, nabi Ibrahim pergi menuju mesir. Di sambutlah nabi Ibrahim oleh
raja mesir ketika itu. Raja mesir ketika itu terkenal suka mengambil istri dari
suaminya. Atas dasar itu nabi Ibrahim mengatakan bahwa istrinya ‘sarah’ adalah
saudaranya. Berkali kali raja itu ingin berbuat buruk kepada sarah istri nabi
Ibrahim. Tapi siapa yang bisa berbuat buruk jika Allah melindungi orang
tersebut ??!! ketika nabi Ibrahim merasa tidak nyaman, nabi Ibrahim pun pamit
dari raja untuk pergi. Sang raja yang merasa bersalah, meminta maaf dan sebagai
bentuk permintaan maaf raja, raja menghadiahkan seorang budak perempuan bernama
‘hajar’. Hajar pun di bawa oleh nabi Ibrahim agar membantu meringankan
pekerjaan. Karena sarah merasa iba kepada suami tercinta karena tidak mampu
memberikan keturunan kepada nabi Ibrahim yang kelak bisa meneruskan dakwah yang
di bawa oleh sang suami, sarah pun memberi saran kepada sang suami agar
menikahi hajar. Saran sarah pun di terima oleh nabi Ibrahim, dinikahilah hajar,
dari pernikahan hajar dengan dengan Nabi ibrahim lahirlah nabi Ismail
‘alaihimaassalaam.
Atas perintah Allah pula lah nabi
Ibrahim meletakkan hajar dan putra tercinta di sebuah tempat yang tidak ada
tanaman. Yang kemudian tempat tersebut di kenal dengan nama MAKKAH. Beberapa
kali nabi Ibrahim mengunjungi putra tercinta ismail. Di sebutkan dalam sebuah
riwayat ada 4 kali nabi ibrahim berkunjung. Di antara kunjungannya nabi ibrahim
di perintahkan untuk menyembelih putra tercinta. Kemudian Allah gantikan dengan
seekor domba. Yang kemudian hari Allah jadika sebagai salah satu dari ibadah
haji hingga hari ini. Di antara kunjungannya adalah untuk membangun ka’bah
baytullaah. Dan begitulah nabi Ibrahim yang selalu taat kepada Allah subhaanahu
wata’aala. Tidak pernah sekalipun ia mengeluh..
Dari istri beliau yang bernama
sarah, nabi ibrahim memiliki keterunan bernama nabi ‘ISHAQ’ . ketika nabi
Ibrahim kedatangan tamu, nabi Ibrahim menyembelih seekor anak sapi untuk di
hidangkan kepada tamu. Ketika hidangan sudah siap, tamu itu tidak menyentuh
sedikitpun. Ibrahimpun ketakutan, ketika Ibrahim ketakutan, mereka berkata
“jangan takut, kami adalah utusan Allah membawa perintahNya. Kami mengabarkan
bahwa istrimu akan melahirkan seorang putra dan kami di perintahkan untuk
mengadzab kaum nabi Luth.” Sarah yang mendengar ucapan malaikat berkata
“bagaimana mungkin aku bisa hamil. Aku ini mandul dan suamiku sudah tua.. ini
sesuatu yang mustahil..” malaikat menjawab “apakah engkau merasa mustahil
dengan putusan Allah ?!” nabi ibrahim pun meminta kepada para malaikat agar
tidak mengadzab kaum nabi Luth. Akan tetapi malaikat menjawab “ini adalah
keputusan Allah dan tidak bisa di rubah.” Dari keturunan ISHAQ akan lahir nabi
Ya’qub. Dari nabi Ya’qubn akan lahir nabi Yusuf dan seterusnya... dari istri
sarah inilah nabi ibrahim memeiliki keturunan para nabi. Dan dari sarah inilah
keturunan yahudi.
Di sebutkan di suatu riwayat bahwa
ada istri nabi Ibrahim bernama QONTUURA. Memiliki seorang anak bernama MADYAN.
Dari keturunan madyan inilah lahir nabi SYU’AIB...
Dan beginilah nabi Ibrahim di sebut
sebagai bapak para nabi. Diantara sifat mulia yang bisa kita ambil dari nabi
Ibrahim adalah sifat SABAR... dengan sifat inilah Allah memberi julukan dengan
ulul ‘azmi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar