Pages

Selasa, 23 April 2013

kisah para sahabat


HUDZAIFAH IBNU AL YAMAN
             Tergolong dari kalangan sahabat yang memiliki kecerdasan, sehingga ia mendapat julukan “ penjaga rahasia Rosulullah “. Hal ini di karenakan beliau mengetahui nama nama org munafiq yang Rosulullah sebutkan, beliau mengetahui kejadian kejadian yang Rosulullah kabarkan dari fitnah fitnah hari kiamat. Hudzaifah di kenal mengetahui nama nama orang munafiq yang tidak Rosul kabarkan kepada sahabat lain. Hal ini membikin kholifah ‘Umar resah. Ia takut dirinya termasuk orang orang munafiq yang Rosul sebutkan, sehingga kholifah ‘umar menemui hudzaifah dan berkata “ aku meminta atas nama Allah, apakah aku termasuk orang munafiq yang Rosul sebutkan kepadamu?” maka hudzaifah menjawab “ Tidak , dan aku tidak akan memberi tahu setelah ini.
             Ayah hudzaifah bernama hisl bin jabir. Ia memiliki hutang darah kepada seseorang di kaumnya, lantas ia melarikan diri bersama hudzaifah kepada kabilah di madinah bernama bani abdi asyhal dan meminta perlindungan dari mereka. Oleh karenanya ia di juluki “al yaman” karena kabilah itu berasal dari yaman.
             Ketika kaum muslimin menghadapi perang badar di tahun ke 2 hijriyah, hudzaifah dan ayahnya tidak ikut serta. Hal ini di karenakan janji yg di buat oleh mereka dengan abu jahal. Ketika hudzaifah dan ayahnya hendak hijrah ke madinah, hal ini di ketahui oleh abu jahl, kemudian ia menangkap keduanya dan berkata, “hendak kemana kalian pergi?” mereka menjawab “kami hendak menyelelasikan urusan kami.” Kemudian abu jahl berkata, “kalian pasti akan menuju Muhammad. “ lantas abu jahl mengambil janji untuk tidak membantu Muhammad dalam perang badr. Dan hal ini di sampaikan kepada Rosulullah, Dan rosul pun mengizinkan.
             Ketika perang uhud, hudzaifah ikut serta bersama kaum muslimin. Pada peperangan inilah, ayahnya, hisl tewas... tetapi ia tewas di tangan kaum muslimin !! ketika peperangan berjalan, kaum muslimin yang terlena dengan harta dan tidak mengindahkan perintah Rosulullah mendapat tekanan dari kafir qurays yang di pimpin oleh kholid ibn walid sebelum memeluk islam. Kaum muslimin yg tidak mengenal wajah hisl, dan di karenakan keadaan ketika itu sangat genting, mengira ia pasukan musuh. Hudzaifah berteriak dari kejauhan “ abi....!! abi...!! itu ayah ku ....!!!! “ tetapi terjadilah apa yang terjadi. Seusai peperangan hudzaifah mengampuni pembunuh ayahnya, dan tidak mengambil uang tebusan.
             Pada peperangan khondak, dimana kaum muslimin terkena musim paceklik. Tidak ada makanan, di tambah kaum muslimin harus mengahadapi musuh yang bersatu padu. Kaum qurays, orang nashrani dan yahudi madinah di bawah komando abu sufyan bersatu untuk menyerang madinah. Rosulullah memanggil para sahabat untuk bermusyawarah. Berdiri lah salman al faarisi memberi saran agar di buat parit mengelilingi madinah guna menahan musuh untuk tidak mendekati madinah. Rosulullah pun menyambut ide tersebut dengan baik. Beliau meminta para sahabat dan penduduk madinah untuk menggali parit. Ketika penggalian parit inilah, banyak mu’jizat yang diberikan Allah kepada nabi kita Muhammad-sallahu ‘alaihi wa sallam-. Beliau mengabarkan akan jatuhnya kaisar roma dan persia di tangan kaum muslim, sepiring kurma yang mampu memberi makan penduduk madinah hingga kenyang bahkan kurma itu tidak habis sedikitpun dan di antara pertolongan Allah yang besar adalah, Allah kirimkan badai besar yang memporak porandakan tenda tenda mereka. Mereka bercerai berai, Rosulullah mengutus hudzaifah agar melihat keadaan di sebrang dan berwasiat agar tidak melakukan apapun selain mencari informasi. Sebelum berangkat, Rosul mendoakan hudzaifah. Hudzaifah pun berjalan di tengah gelapnya malam, dinginya cuaca yang menusuk tulang, akan tetapi itu semua hilang atas bantuan dari Allah. Tibalah hudzaifah di tenda tenda musuh, dan ia melihat sang komandan abu sufyan sedang berdiri memberikan intruksi agar setiap orang menanyakan siapa orang yang ada di sebelahnya, agar tidak tersusupi oleh pasukan Muhammad. Hudzaifah yang memiliki otak cerdas segera ia menanyakan orang di sebelah kanannya dan sebelah kirinya agar ia tak di tanya oleh orang lain. Dan beginilah kecerdasan hudzaifah. Hudzaifah berkata “demi Allah, seandai Rosulullah tidak meminta selain mencari informasi, akan ku penggal kepala abu sufyan. Yang menghalangiku hanyalah pesan dari Rosulullah .“. Allahu Akbar !!! betapa ia berpegang teguh pada perintah Rosulullah.
             Pada masa khilafah Abu bakar, hudzaifah mengusulkan untuk di kumpulkannya Al qur’an dalam satu mushaf. Ia melihat karena banyak yang terbunuh di peperangan nahawand (peperangan di masa khilafah Abu bakar dalam memerangi orang orang murtad) adalah kalangan penghafal Al qur’an.
             Pada masa kholifah Umar bin khottob, hudzaifah di angkat oleh kholifah menjadi gubernur di daerah madaain. Dan hudzaifah wafat di madaain setelah masa kholifah Utsman bin ‘Affan pada tahun 36 Hijriyah.


Semoga Allah kumpulkan kita bersama hudzaifah dan sahabat lain di surga kelak. Amiin.

Sumber : siyar a’laam nubalaa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar