Pages

Jumat, 26 April 2013

kisah para nabi


NABI MUSA ‘alaihissalam
             Fir’aun yang memimpin mesir ketika itu bermimpi bahwa akan lahir anak laki laki dari bani israil yang akan meruntuhkan kerajaanya, ia perintahkan seluruh pasukannya untuk membunuh setiap bayi laki laki yang lahir dari kalangan bani israil. Bani israil sendiri sudah lama hidup dalam tindasan fir’aun. Fir’aun sendiri menjadikan mereka budak karena sifat asli bani israil memang merusak, sepeninggal Yusuf, negri mesir tak lagi di pimpin oleh bani israil.
             Ibunda musa yang ketakutan ketika mendengar kabar perintah fir’aun untuk membunuh setiap bayi laki laki dari bani israil. Rasa bingung dan tak tau arah pun menyelimuti hati sang ibu. Lalu Allah memerintahkan agar ibunda Musa meletakkan musa di sebuah peti kemudian peti itu di hanyutkan di sebuah sungai. Dengan ketaatan, ibunda musa melaksanakan perintah Allah.. karena ke khawatirannya, sang ibu memerintahkan saudari musa untuk mengikuti sampai mana sungai membawa peti berisi putra tercinta. Betapa terperanjatnya sang ibu ketika putrinya mengabari bahwa istri fir’aun lah yang mengambil putranya itu...
             Fir’aun memang tidak di karuniai seorang anak dari istrinya. Istrinya yang bernama asiah memiliki tempat mandi di sisi sebuah sungai.. dayang dayang nya lah yang menemani aktifitas mandinya. Ketika ia mandi, ia menemui peti yang terbawa arus sungai, betapa kagetnya ketika ia melihat di dalamnya terdapat bayi.... dibawanya bayi itu kehadapan fir’aun... ketika fir’aun tahu istrinya membawa bayi laki laki, fir’aun memerintahkan agar di bunuh, tapi rasa iba yang Allah taruh di hati asiah yang membuat asiah memohon kepada suaminya agar di jadikannya anak itu sebagai anak angkat. Karena istrinya memohon hati fir’aun pun luluh.
             Musa yang masih kecil, membutuhkan air susu ibu. Asiah mengumumkan kepada para wanita siapa yang mampu menyusui musa. Wanita demi wanita pun mencoba, tapi musa menolak sampai saudari nya berkata “maukah kalian ku tunjuki kepada seorang wanita yang mampu menyusuinya?” lalu musa pun di susui oleh ibu kandung nya... begitulah Allah menghendaki segalanya.
             Musa tumbuh dewasa, perawakan musa besar dan kuat. Suatu ketika musa melihat persengketaan antar 2 orang. 1 orang dari kalangan mesir dan 1 lagi dari kalangan bani israil. Ketika orang bani israi itu melihat musa, ia meminta tolong kepada musa... musa berniat menolong, musa memukul orang mesir itu sehingga mengakibatkan tewasnya orang mesir itu. Kabarpun tersebar, musa yang ketakutan pun pergi menuju negri madyan. Tempat kaumnya nabi syu’aib. Sesampai di madyan, musa melihat orang orang berkumpul mengambil air di sebuah sumur. Tetapi di belakang mereka ada 2 orang wanitan yang menunggu dengan hewan gembalaanya. Musa pun bertanya, mereka menjawab “ayah kami sudah tua, dan kami wanita, kami menunggu orang orang selsai mengambil air, setelah mereka selsai baru kami ambil” mendengar itu musa membantu mereka untuk mengambilkan air dari sumur itu. Disampaikanlah kisah itu oleh kedua wanita itu kepada ayahnya, dana ayah mereka meminta di panggilkan musa. Musa pun menemui ayah mereka dan ayah mereka berkata “aku ingin menikahi mu dengan salah satu dari kedua putriku, dan sebagai maharnya kau gembalakan ternak ku selama 8 tahun” musa pun menerima. Akhirnya musa menikahi putrinya. Ketika selsai dari masa gembala, musa di perintahkan untuk kembali ke mesir berdakwah kepada fir’aun. Musa meminta kepada Allah agar nabi harun di jadikan pendampingnya dalam berdakwah. Ketika perjalanan, musa menerima wahyu Allah. Setibanya musa di tempat fir’aun, musa mengajak fir’aun untuk menyembah Allah. Akan tetapi fir’aun menjawab “siapa tuhan kalian wahai musa?” musa menjawab “ tuhankami adalah yang memberikan petunjuk kepada kami” fir’aun pun menantang musa untuk menunjukkan akan kenabian musa. Merek sepakat untuk berkumpul. Ketika hari yg di sepakati tiba, dan fir’aun pun telah mengumpulkan para penyihirnya, masyarakat pun berkumpul. Berkata para penyihir “ kami yang memulai, atau kamu yang memulai wahai musa ?” musa menjawab “mulailah kalian duluan” lalu para penyihir melemparkan tali tali mereka yang berubah menjadi ular. Sebebnarnya tali itu tidak berubah, melainkan jin lah yang memberikan gambaran di mata mata para penonton bahwa tali itu berubah. Musa pun sempat takut, karena musa manusia biasa, musa pun melihat tali itu sebagai ular. Allah pun berfirman “ lemparkan tongkatmu wahai musa !!” ketika musa melemparkan tongkatnya, tongkat itu berubah menjadi ular yang nyata. Seketika para penyihir tahu, bahwa apa yang di bawa musa bukanlah sihir belaka. Ketika itu juga mereka beriman serta merta kepada musa. Fir’aun marah besar dan berkata “kalian beriman kepada musa sedangkan aku tidak mengizinkan kalian? Akan ku salib kalian dan ku cincang kalian !!!!” para penyihir berkata “ kami akan tetap beriman , semoga Allah mengampuni dosa dosa kami “
             Sontak kabar itu menyebar kesaentro negri... Allah memerintahkan musa untuk membawa bani israil pergi dari mesir. Mendengar kabar itu, fir’aun tidak tinggal diam.. ia memimpin sendiri pengejaran kepada musa. Sampailah musa di tepi laut merah, Allah pun memerintahkan musa memukulkan tongkatnya ke laut, dengan izin Allah laut terbelah menjadi 2. Musa berjalan di tengah laut itu, di kejar oleh pasukan fir’aun. Ketika musa dan bani israil berhasil melewati laut, Allah tenggelamkan fir’aun dan pasukannya. Ketika itu fir’aun berkata “sekarang saya beriman kepada tuhan musa!!!” tapi itu tidak bermanfaat.
             Setelah penyelamatan bani israil, bani israil banyak kufur kepada nikmat Allah. Bahkan ketika mereka melewati suatu kaum yang menyembah patung, mereka berkata “ wahai musa, jadikanlah untuk kami tuhan tuhan sebagaimana mereka memiliki tuhan tuhan..”. dan ketika musa pergi untuk liqa Allah subhaanahu wa ta’aala, mereka membuat patung sapi yang di buat dari perhiasan mereka. Ini ajakan dari salah seorang dari mereka yang bernama samiri. Begitu pula ketika musa memerintahkan untuk bertaubat, mereka berkata “kita tidak akan beriman sampai kita melihat Allah !!” subhaanallah.... sungguh kaum yang sangat ingkar. Begitu pula ketika terjadi pertikaian di antara mereka dalam menentukan siapa yang mebunuh korban yang di temukan telah tewas. Mereka mengadu kepada musa, musa berkata “sembelihlah seekor sapi!!” mereka berkata “apakah kau menjadikan kami sebagai bahan candaan ?!” musa berkata “ aku berlindung kepada Allah dari menjadi orang bodoh” mereka berkata “ tanyakan kepada tuhanmu, sapi seperti apa?” musa berkata “ sapi yang tidak tua dan tidak muda, pertengahan antara tua dan muda” mereka berkata “tanyakan kepada tuhanmu, apa warnanya?” musa menjawab “ tuhanku berkata kuning warnya, kuning keemas emasan, yang membuat setiap orang senang melihatnya” mereka berkata “tanyakan kepada tuhanmu, sapi seperti banyak yang mirip sapi seperti apa yang di mau?” musa menjawab “ sapi yang tidak pernah di pakai untuk membajak sawah dan menyirami sawah”. Dan begitulah bani israil.. selalu menyimpang, seandainya mereka tidak bertanya sperti itu, mereka sudah mendapati sapi.. karena Allah memerintahkan sapi apa saja...

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat bani israil.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar